Posted By Roni Djamaloeddin on December 4, 2022
Tulisan “Sunnah Rosul” sebelumnya (https://ronijamal.com/sunnah-rosul/)
lebih ke arah nano-nano. Perihal alokasi gairah malam Jumat, dan lain sebagainya. Pembahasan kali ini mencoba lebih spesifik. Yaitu mengarah ke permakanan.
Sebagaimana dawuh Nabi Saw : “Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan suapan tersebut dimakan setan” (HR. Muslim).
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, GaDo-2 |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 1, 2022
Tua tua sang keladi
Keladi itu bukan buaya
Makin tua makin menjadi
Menjadi pria punya piala
Gagah piala bukan harapan
Sesat awak tindakan gawat
Kalah menang bukan pilihan
Alat belajar siliring qudrat
Baca Selengkapnya »
Kategori: GiTsMe |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on November 30, 2022
Dalam kamus bahasa Sansekerta, Esa maknanya tunggal. Namun referensi lain, kata Esa bukan berarti satu atau tunggal dalam arti jumlah. Esa berasal dari kata “Etad” yang lebih mengacu pada pengertian keberadaan yang mutlak.
Sehingga ketika digabung, Esa bisa dimaknakan Maha Mutlak, Maha Tunggal, Maha Wujud. Sepadan makna sufi, Esa adalah Dzat Yang sejatinya Wujud. Sebagai implikasinya, selain Dzat Yang Maha Esa, sejatinya adalah tidak ada, tidak wujud. Alias semu, fatamorgana, bayang-bayang ilusi.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on November 23, 2022
Sebelum paparan pengalaman dilanjut, perlu disadari dimaklumi bahwa pemahaman pengalaman masing-masing dalam berguru, khususnya perihal roh, tidak akan pernah sama. Karenanya, tidak perlu ada saling mengolok, saling menyesatkan, apalagi saling memaksakan pemahaman pada yang beda pengalaman. Mengaplikasi ayat laa ikroha fii ad-din dalam bershare dan berballighu ‘anni.
Memahami memaklumi dengan lapang dada bila pengalaman meguru jebolan TK SD tidak akan pernah sama dengan pengalaman jebolan PT. Demikian pula pengalaman sesama alumni PT, tidak akan pernah sama antara pengalaman sarjana nuklir dengan sarjana sastra. Pun pengalaman berthorikoh, berolah kebatinan, berilmu laduni, berilmu super tenaga dalam, …dst-dsb sangat mungkin tidak sama.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on November 18, 2022
Sadar tidak sama dengan tafakur. Tapi sadar adalah salah satu hasil dari tafakur.
Sadar adalah wilayah hati. Sedang tafakur adalah sinergi harmonis antara akal nalar dan hati. Sadar yang jeruu bisa masuk wilayah roh. Sadar yang lebih jeruu lagi, bisa masuk wilayah rasa.
Contoh sadar hasil dari tafakur yang masuk wilayah hati adalah ketika merenung-renung tentang fakta penciptaan : mengapa saya dicipta dan didamparkan di muka bumi. Tafakur yang berhasil akan menemukan jawaban, sehingga menjadi sadar mengapa kita mesti dilahirkan ke dunia.
(https://ronijamal.com/breaking-news-kenapa-saya-lahir/)
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on November 6, 2022
Jangan prasangka dulu dengan judul! Belajar bodoh dimaksud bukan bodohnya otak. Atau membiarkan otak dalam kebodohan. Atau tak perlu belajar menjadi pandai cerdas. Tapi bodohnya rasa (perasaan). Yaa….belajar rumongso (merasa) bodoh, walau faktanya (mungkin) sangat pintar cerdas brilian.
Tentu saja, belajar bodoh dimaksud juga diluar makna kamus. Sebab dalam KBBI, bodoh adalah :
1 tidak lekas mengerti, tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dan sebagainya).
2 tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman)
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on October 31, 2022
Bila merujuk dalam KBBI, wawasan dimaknakan : hasil mewawas, tinjauan, pandangan, konsepsi cara pandang. Pemaknaan ini secara pengalaman dan internalisasi bisa kami simpulkan bahwa wawasan adalah pengetahuan pandangan pemahaman yang masuk otak. Jadi hanya masuk otak, tapi tidak sampai masuk di hati.
Sedang ilmu adalah pemahaman pengalaman yang masuk hati. Awalnya masuk otak, baru kemudian masuk hati. Sebagaimana tersirat dalam QS. Fathir 28: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang² yang berilmu.
Baca Selengkapnya »
Kategori: GaDo-2, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on October 27, 2022
Sebelum menuju bahasan “membuka mata hati”, ada baiknya bahasa pokoknya
diturunversikan, agar memudahkan pemahaman. Semisal dengan analogi sederhana “membuka otak”. Kemudian dimunculkan pertanyaan, apakah membuka otak bisa dilakukan dengan mudah?
Selanjutnya otak diberi garapan : untuk apa kita dilahirkan ke dunia ini, padahal tidak menginginkannya?
Bisakah otak menemukan jawab pastinya?
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on October 20, 2022
Rasanya, pertanyaan yang pas TS sebelah (screenshot) bukannya kapan kita bisa bertemu Tuhan, tapi bisakah kita ketemu Tuhan? Sebab kapan dan bisakah itu konotasinya sangat jauh beda. Kalau kapan itu tinggal nunggu waktu untuk bisa bertemu. Sedang bisakah itu belum tentu bisa bertemu.
Faktanya memang demikian, tidak semua manusia yang berpulang (mati) bisa ketemu Tuhan. Justru banyak yang tidak bisa bertemu Tuhan. Tidak bisa masuk akherat. Kemudian masuk alam penasaran (alam kegelapan, alam kesesatan). Sekelas dengan alamnya demit setan druwo tuyul pocong kuntilanak ….dan lain sejenisnya.
(https://ronijamal.com/mati-slamet/
https://ronijamal.com/slamet-atau-tidak/)
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on October 14, 2022
Bisa tidaknya dzikir saat dikalangi kemarahan, sangat tergantung beberapa faktor.
Pertama, faktor dzikirnya. Kebanyakan orang mempersepsi dzikir itu menyebut Asma (Asmaul Husna). Dan biasanya dilakukan dengan duduk bersila membaca sekian ribu kali. Padahal, bila telah menjalani fas-alu ahladzdzikkri (al Anbiya’ 7), yang praktiknya dengan yubayi’unaka (al Fath 10), bacaan itu belum disebut dzikir. Tapi masih dikatakan wirid. Sehingga ketika masih berstatus wirid, saat saudara kanan kiri depan belakang mengalangi dengan kemarahan, maka sangat² mungkin terganggu fokus wiridnya.
Sedangkan dzikir, dalam pengalaman fas-alu tersebut, adalah ingatnya hati pada Dzat (Wujud) Pemilik Asmaul Husna. Dzat yang memperkenalkan diri “Innani Ana Allah laa ilaaha illaa Ana fa’budnii” (sesungguhnya AKU adalah Allah, tiada sembahan selain AKU, maka sembahlah AKU).
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »