Posted By Roni Djamaloeddin on February 26, 2023
Rumusan ilmu Tuhan, bila semua air laut dijadikan tinta, maka tidak akan habis untuk menuliskan semua ilmu-Nya. Termasuk untuk melukiskan keadilan-Nya, sampai tujuh kali tinta lautan pun, juga tidak akan pernah cukup.
Mau percaya atau tidak, itulah fakta. Hanya manusianya saja yang sempit cupet cekak akal nalarnya, yang belum bisa menerima Maha Luas Keadilan-Nya. Terjajah terkungkung terkuasai prasangka dan hawa nafsunya, sehingga lupa akan Maha Sempurnanya.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on February 16, 2023
Mayoritas penalaran mengatakan bila satu tambah satu adalah dua. Adalah sebuah kebenaran dalam disiplin ilmu matematika. Dan kebenaran ini bisa diterima sepenuhnya dalam rumpun ilmu eksakta.
Namun tidak menutup mungkin kebenaran itu tidak bisa diterima dalam ilmu lain. Semacam ilmu keluarga, ilmu sosial, ataupun ilmu lain. Sebab faktanya, satu tambah satu hasilnya beragam. Satu ayah dengan satu ibu “menghasilkan” banyak anak cucu.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on February 6, 2023
Hidup untuk makan atau makan untuk hidup? Dua kalimat yang seakan-akan sama benarnya. Seolah merupakan dua peristiwa yang saling membutuhkan. Padahal jauh beda konteksnya.
Hidup untuk makan, adalah hidup yang hanya mementingkan masalah makan. Seolah tiada aktifitas yang lebih penting selain makan. Memori yang ada dalam benak pikiran hanya makan makan dan makan.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 24, 2023
Dalam wikipedia, akal didefinisikan peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang kemampuannya sangat tergantung luas pengalaman dan tingkat pendidikan formal maupun informal.
Sedang dalam kbbi, akal adalah daya pikir untuk memahami sesuatu mengingat menemukan jalan lain dan sebagainya.
Sementara dari berbagai literasi, pengalaman, penalaran, dan internalisasi berguru, akal dapat dipersepsi sebagai produk, kebiasaan, sifat, kinerja dari otak. Karenanya, akal merupakan daya jelajah daya jangkau organ otak. Ketika pemahaman pengalaman kecil/rendah, maka wilayah jangkauannya juga sempit/rendah. Namun ketika pemahaman pengalaman jauh luas, maka jangkauan pemikiran penalaran pun juga luas.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 17, 2023
Ketika melihat polah anak kecil yang tidak karuan atau bahkan berlawanan dengan pemikiran kita, maka kita segera menyadari kalau ia memang anak-anak. Belum bisa berpikir—apalagi membedakan—mana yang baik dan mana yang tidak. Maka, pantas saja bila ia berlaku demikian.
Ketika seorang anak “mau”-nya bekerja (menjalankan perintah orang tua) hanya karena imbalan, maka orang tua akan menasehati bahwa hal demikian tidak benar. Hati kecilnya berharap semoga pemikirannya lekas dewasa. Jangan sampai mempunyai mental mau bekerja (bantu orang tua) karena pamrih imbalan. Dibarengi permohonan kepada Tuhan agar si anak diberi kesadaran bahwa mengerjakan perintah orang tua adalah wajib bagi seorang anak, dan seharusnya pula dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 5, 2023
Beragam persepsi para ahli syareat terhadap pelaku tasawuf. Ada yang memprasangka tasawuf itu sesat. Tasawuf itu menyimpang dari Islam. Tasawuf itu tidak diajarkan Nabi Saw. Tasawuf itu tidak termaktub dalam Quran Hadits, …dst-dsb.
Persepsi miring demikian lumrah sekali. Sebab memang belum mengerti. Belum pernah mendengar langsung apa itu tasawuf dari ahlinya. Juga belum pernah menyelami dan memecah merasional ada apa dengan tasawuf. Atau mungkin belum “gaduk” (belum sampai) akal nalarnya. Seperti anak balita yang sukanya permen, dikasih kertas merah gambar sang proklamator, yang kemudian dibuang sia-sia.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 25, 2022
Baiat, pada umumnya identik upacara pengangkatan atau pelantikan seorang pemimpin. Identik pengangkatan seorang imam atau kepala kelompok tertentu. Ditandai dengan pengucapan sumpah atau janji. Diucapkan baik oleh yang mengangkat/melantik juga yang diangkat/dilantik. Pihak terlantik akan bersumpah bahwa mereka akan menaati peraturan yang dibuat oleh pemimpin yang mengangkat.
Namun dalam pemahaman pengalaman berguru kami, baiat sesungguhnya adalah yang dilakukan oleh para nabi rasul. Adalah wujud nyata ikatan setia sumpah janji dihadapan Tuhan. Baiat merupakan pondasi iman taqwa yang dilakukan seorang murid dihadapan gurunya.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 6, 2022
Sering sekali kita mendengar bila Tuhan itu menyelimuti seluruh isi langit dan bumi. Menyelimuti jutaan galaksi (termasuk galaksi kita Bimasakti). Menyelimuti planet bintang blackhole atau apapun namanya yang belum ditemukan manusia. Menyelimuti menggerakkan mengatur mencukupi segala makhluk hidup maupun yang astral.
Sering juga mendengar bila Tuhan lebih dekat dari otot leher hambanya. Lebih dekat dari darah dan nafasnya sendiri. Lebih dekat dari organ dan sistem organ dalam tubuhnya sendiri. Sampai tidak ada kata-kata lagi untuk melukiskan kedekatan-Nya dengan hamba.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 4, 2022
Tulisan “Sunnah Rosul” sebelumnya (https://ronijamal.com/sunnah-rosul/)
lebih ke arah nano-nano. Perihal alokasi gairah malam Jumat, dan lain sebagainya. Pembahasan kali ini mencoba lebih spesifik. Yaitu mengarah ke permakanan.
Sebagaimana dawuh Nabi Saw : “Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan suapan tersebut dimakan setan” (HR. Muslim).
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, GaDo-2 |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 1, 2022
Tua tua sang keladi
Keladi itu bukan buaya
Makin tua makin menjadi
Menjadi pria punya piala
Gagah piala bukan harapan
Sesat awak tindakan gawat
Kalah menang bukan pilihan
Alat belajar siliring qudrat
Baca Selengkapnya »
Kategori: GiTsMe |
No Comments »