RISALAH QAIDAH SEMBILAN

Posted By on July 27, 2024

Qaidah 1

“Sokongan dan bantuan dari lain orang, baru diterima jika tidak mengikat lahir ataupun batin dan capailah rasa jiwa “hurriyah tammah” (=jiwa yang merdeka sejati). Menggantungkan diri kepada lain orang dijauhi benar-benar, ingatlah Yadul ulya aula min yadissufla artinya: “Tangan yang diatas itu lebih mulya dari tangan yang dibawah”. Tegasnya memberi itu lebih mulya dari pada meminta.

Qaidah 2.

Pimpinan pendidikan yang ditakuti harus dijauhi, yakni sedapat mungkin jangan dijalankan, sedang pimpinan yang dicintai dibiasakan. Ingatlah: pengaruh pendidikan berdasarkan mahabbah (= kecintaan) itu lebih besar dan lebih mendalam dari pada pengaruh pendidikan yang pimpinannya ditakuti. Oleh karenanya maka: “Rasa kekeluargaan diperkokoh dan dipererat”.

Baca Selengkapnya »

BIJAK MENAGIH

Posted By on July 21, 2024

Menagih, apapun bentuk yang ditagih (hutang, janji, pelayanan, dst) adalah hak masing-masing. Namun pada situasi kondisi tertentu, hak ini bisa berubah menjadi kewajiban. Kewajiban dalam arti mengingatkan dari tindakan dosa yang berkelanjutan.

Tidak menagih pun, juga boleh-boleh saja. Adalah hak masing-masing pula. Namun biasanya, tidak menagih ini dilakukan karena saking jengkelnya menagih tapi diacuhkan. Atau karena hubungan keluarga, tidak tega menagih sehingga mengikhlaskan. Atau bosan menagih, tapi mendoakan buruk.

Baca Selengkapnya »

SADAR ITU APA?

Posted By on July 15, 2024

Sadar itu apa, bila dicari pada mesin pencari, ditemukan definisi yang banyak sekali. Namun hampir semuanya mempunyai konotasi yang mirip sama. Perihal kesadaran diri, kesadaran hati, kesadaran jiwa, dlsb.

Dalam konteks sederhana, sadar adalah terjaga. Terjaga pikirannya, terjaga jiwanya. Alias tidak tertidur, tidak dalam gangguan ingatan, dan tidak dalam tekanan maupun pengaruh luar. Sesederhana itukah?

Baca Selengkapnya »

SUSAH BERBUAT BAIK?

Posted By on July 2, 2024

Alasan paling sederhana mengapa susah berbuat baik adalah karena kurang terbiasa melakukan kebaikan itu. Sebab ketika telah terbiasa melakukan sejak kecil, maka berbuat baik menjadi ringan dilakukan.

Alasan sederhana, lemahnya pendidikan pembiasaan dari orang tua semenjak kecil. Sebab ketika sudah remaja baru dilakukan pembiasaan kebaikan, akan sulit dilakukan.

Baca Selengkapnya »

BENARKAH KITA MENZALIMI DIRI?

Posted By on June 8, 2024

Filosofi lima jari menyatakan ketika satu jari menunjuk orang lain, pada saat yang sama keempat jari lain menunjuk diri sendiri. Filosofi ini bila ditransliterasi dalam alat (pelajaran) berpikir POL (pandangan orang lain), maka saat jari telunjuk menunjuk orang lain, saat itu juga sedang menzalimi diri.

Demikian pula fakta nyata perihal kebisaan kita. Bisa membaca menulis, bisa bekerja, bisa menghidupi mencukupi kebutuhan keluarga, bisa mendidik dan interaksi dg orang lain, …dst-dsb, maka kebisaan yang (cenderung) diaku, dirumangsani bisa kita kuat kita, adalah menzalimi diri. Sebab menabrak ayat : Sesungguhnya bukan kamu yang melempar ketika kamu yang melempar, tetapi Allah lah yang melempar (al Anfal 17).

Baca Selengkapnya »

MENGATASI NAFSU KEBENARAN?

Posted By on May 14, 2024

Pemahaman pada umumnya, yang dikatakan nafsu adalah watak sifat perangai jelek buruk jahat, atau mengganggu/merusak diri ataupun orang lain. Seolah tidak pernah kenal atau mungkin belum pernah dengar sama sekali bila nafsu itu ada yang baik.

Analogi sederhananya, bagai siswa setaraf TK SD. Maka mereka belum tahu sama sekali yang namanya kalkulus integral diferensial. Karenanya mesti maklum dan lapang dada atas belum pahamnya. Sehingga perlu edukasi dan sosialisasi yang sejuk masif dan kontinyu.

Baca Selengkapnya »

SERI KRITIK–CERAHAN: Maha Guru?

Posted By on May 13, 2024

Salam sejahtera, semoga ridho dan maghfirah-Nya selalu tercurah pada kita, Ammin.
Mohon maaf sebelumnya, bila diperbolehkan, saya hanya mengingatkan, mengkritisi, atau memberi masukan.
Dari berbagai ts yg saya baca, semoga guru tidak didudukkan sebagai rasul/nabi atau bahkan Tuhan.
__________________________Nn, al faqir.

Matur suwun diingatkan.
Tidak mungkin bisa dipungkiri, kita bisa membaca menulis seperti saat ini, karena guru. Kita bisa bersosial bermasyarakat punya etika tatakrama, juga karena guru.

Baca Selengkapnya »

HIDUP TERASA MEMBOSANKAN?

Posted By on April 30, 2024

Mengapa hidup membosankan? Tampaknya jawabnya cukup sederhana : karena tidak punya tujuan hidup. Atau mungkin sudah punya tujuan hidup, tapi masih mudah larut hanyut dalam masalah. Atau sudah punya tujuan hidup, tapi ia masih berada di bawah kolong langit.

Contoh sederhana, seseorang punya tujuan hidup menguasai (menjadi juara) dunia. Lhaa…ternyata banyak orang juga punya tujuan yang sama. Maka terjadilah persaingan didalamnya. Baik persaingan sehat, persaingan tidak sehat, atau bahkan saling sikut menyingkirkan. Sehingga ketika kalah dalam persaingannya, mudah terjebak jeratan rasa bosan jenuh frustasi mutung marah benci dendam dlsb.

Baca Selengkapnya »

TAUBAT DARI ALAM KUBUR?

Posted By on April 23, 2024

Mencermati hadits “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara : yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya” (HR Muslim). Implikasinya, orang yang sudah meninggal itu tidak bisa bertaubat lagi. Raga sebagai sarana/alat taubat sudah dikubur, sudah expired. Sudah habis masa pakainya.

Namun, dengan dikuburnya jasad, masih ada tiga perkara yang menyebabkan masih mengalirkan amal sholeh.
Pertama, shodaqoh jariyah. Misalnya, ketika masih hidup dulu mewaqafkan tanah atau bangunan untuk kemaslahatan. Maka selama bangunan itu digunakan untuk kegiatan kemaslahatan, akan mengalirkan “pahala” pada pemiliknya yang sudah meninggal.

Baca Selengkapnya »

HAKEKAT JALAN LURUS?

Posted By on April 19, 2024

Thaha 14 menyurat : wa aqimishsholata lidzikrii. Dan dirikan sholat untuk mengingat-ingat Aku/Ingsun (Wujud Cahaya Tuhan).
Apakah ini sebuah jalan lurus?
Maka jawab pastinya : iyya, jalan lurus-Nya. Jelas nyata ayat-Nya.

Lalu, apakah saat mengerjakan sholat, otomatis berada di jalan lurus?
Belum tentu. Karena banyak aktifitas batin selain dzikir. Semisal mengingat arti bacaan sholat, mengingat tempat suci, teringat hutang pekerjaan dendam …dlsb.

Baca Selengkapnya »